Masjid Fatih di Amsterdam menjadi salah satu daya tarik utama dalam peringatan Open Monument Day yang digelar secara nasional di Belanda. Pada hari pertama kegiatan, lebih dari 700 orang tercatat mengunjungi masjid bersejarah tersebut.

Panitia memperkirakan jumlah pengunjung akan semakin bertambah dan mencapai sekitar 1.500 orang hingga Minggu, seiring berlangsungnya acara selama dua hari. Dalam rangkaian kegiatan, pengunjung mendapat penjelasan mengenai sejarah Masjid Fatih, transformasinya sepanjang waktu, serta peran pentingnya dalam kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat di Amsterdam.

Ketua Pengurus Masjid Fatih, Fikret Önder, memberikan paparan mengenai perjalanan sejarah masjid. Sementara itu, imam Kemal Gözütok dan Muhammed Tuna memimpin pembacaan Al-Qur'an. Acara juga dimeriahkan dengan lantunan azan, lagu-lagu religi, serta puisi, di samping penjelasan mengenai Islam, aturan ibadah, akhlak, serta filsafat dan pemikiran Islam. Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan pameran seni dan kerajinan Islam serta menikmati hidangan khas Turki yang disajikan panitia.

Fikret Önder menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan individu dari berbagai latar belakang budaya dan keyakinan, sehingga dapat tercipta ruang dialog serta pemahaman lintas budaya dan agama. Masjid Fatih sendiri, yang bangunannya didirikan pada tahun 1920 dan sempat ditutup pada 1970-an, kemudian dibeli dan diubah menjadi tempat ibadah oleh pekerja migran Turki pada 1980. Saat ini, bangunan tersebut dilindungi sebagai salah satu monumen bersejarah di Amsterdam.