Pemerintah Jerman yang dipimpin oleh koalisi hitam-merah mencapai kesepakatan dasar terkait paket dukungan guna menekan tingginya harga bahan bakar minyak. Paket bantuan tersebut mencakup pemotongan harga dan penetapan batas atas harga BBM. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan pemerintahan, negara bagian di Jerman juga direncanakan turut memberikan dukungan finansial untuk pelaksanaan kebijakan ini.

Melalui paket ini, pajak atas bensin dan solar akan dikurangi secara efektif sebesar 17 sen per liter, jumlah yang sama seperti yang pernah diberlakukan dari awal Mei hingga akhir Juni tahun sebelumnya. Meskipun demikian, jadwal pasti penerapan pemotongan ini masih belum ditentukan. Pemerintah saat ini tengah mempertimbangkan agar kebijakan pemotongan ini berlaku hingga akhir tahun 2026. Selain itu, tanggal pelaksanaan penetapan batas harga BBM juga belum diumumkan, namun kebijakan di Luksemburg dan Austria dijadikan contoh model yang dirujuk.

Kenaikan harga BBM di Jerman dipengaruhi oleh krisis di Timur Tengah, sehingga harga bahan bakar mencatat rekor tertinggi. Data dari ADAC menunjukkan bahwa harga rata-rata nasional untuk solar pada Kamis lalu melonjak ke angka 2,471 euro per liter, mencetak rekor baru. Sementara harga bensin jenis Super E10 sempat turun tipis menjadi 2,308 euro per liter, setelah mengalami beberapa kali kenaikan rekor sebelumnya. Kanselir Friedrich Merz telah menyampaikan dukungannya terhadap paket kebijakan ini pada hari Selasa, meskipun rincian terkait belum diumumkan secara jelas pada saat itu.