Harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Uni Eropa mencatat rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data Komisi Eropa, per 14 September harga rata-rata bensin mencapai 2,063 euro per liter, sementara harga solar tercatat sebesar 2,159 euro per liter. Artinya, untuk mengisi penuh tangki berkapasitas 50 liter, masyarakat Eropa harus merogoh kocek sekitar 103 euro untuk bensin dan 108 euro untuk solar.
Lonjakan harga BBM ini dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah, gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, serta meningkatnya marjin operasi kilang minyak. Bank Sentral Eropa mencatat laju inflasi energi di zona euro naik dari 10,3 persen pada Juli menjadi 14,3 persen di Agustus. Sejak awal tahun, harga bensin telah naik sekitar 29 persen, sementara harga solar melonjak hampir 40 persen.
Para ahli dari Bank Sentral Eropa memprediksi marjin kilang untuk solar akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Pada pekan ketiga September, marjin kilang memberikan kontribusi sebesar 0,41 euro per liter pada harga solar, setara dengan 19 persen dari harga di tingkat konsumen. Para analis menilai, penurunan harga BBM baru dapat terjadi jika konflik di Timur Tengah mereda, distribusi energi di Selat Hormuz kembali normal, serta aktivitas kilang minyak di tingkat global membaik.
