Mahasiswa di Jerman yang menempuh pendidikan tinggi saat ini harus membayar rata-rata 510 euro tiap bulan untuk sewa satu kamar di hunian bersama atau apartemen. Informasi tersebut tercantum dalam riset yang dilakukan oleh Moses-Mendelssohn Institute dan WG-Gesucht.de, yang menyoroti harga sewa di semester musim dingin tahun akademik 2026/27 tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan dua semester sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada semester musim dingin 2016/17, rata-rata biaya sewa satu kamar di Jerman masih berada di kisaran 349 euro. Kenaikan ini menunjukkan tren bertahap kenaikan harga sewa bagi mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir.

Munich tercatat sebagai kota dengan biaya sewa kamar mahasiswa termahal, yakni rata-rata 850 euro per bulan. Sementara itu, Berlin dan Hamburg berada di angka 650 euro, diikuti oleh Köln sebesar 640 euro, dan Frankfurt sebesar 630 euro per bulan. Di sisi lain, kota-kota seperti Chemnitz menawarkan harga sewa paling terjangkau dengan rata-rata 305 euro. Kota Magdeburg dan Halle masing-masing mencatat rata-rata sewa 350 euro, sementara Jena dan Trier berada di angka 370 euro per bulan. Sebagian besar kota dengan sewa terjangkau ini berada di kawasan timur Jerman, kecuali Trier.

Direktur Eksekutif Moses-Mendelssohn Institute yang juga merupakan Profesor Manajemen Properti di NBS Northern Business School, Stefan Brauckmann, menyatakan bahwa perbedaan harga sewa antar kota menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan pendidikan bagi mahasiswa di Jerman. Studi ini menganalisis 90 kota universitas dengan jumlah mahasiswa lebih dari 5.000 orang.

Penelitian tersebut juga mencakup harga kamar yang dihuni dua hingga tiga orang dengan kontrak sewa tanpa batas waktu. Harga sewa sudah termasuk biaya pemanas, sebagian besar juga meliputi listrik dan internet, serta furnitur dan kelengkapan teknis di area bersama.