Performa siswa berusia 15 tahun di Jerman pada bidang matematika, membaca, dan ilmu pengetahuan alam tercatat merosot ke tingkat terendah dalam 25 tahun sejarah survei PISA. Berdasarkan hasil riset, sepertiga siswa di Jerman gagal mencapai tingkat kecakapan dasar dalam membaca dan matematika, sementara pada bidang ilmu pengetahuan alam angka tersebut mendekati seperempat.

PISA sendiri menilai bukan hanya pengetahuan akademik siswa di sekolah, melainkan juga kemampuan mereka menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai matematika Jerman yang sempat berada di atas 500 pada 2015, kini merosot menjadi 464. Samuel Greiff, penanggung jawab nasional PISA untuk Jerman, menyatakan bahwa periode pemulihan di sektor pendidikan telah berakhir dan tren penurunan prestasi terus berlangsung sejak 2015. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga menyampaikan kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan membaca siswa.

Dijelaskan pula, banyak siswa mengalami kesulitan memahami teks yang panjang dan kompleks, dan cenderung lebih sering memindai konten di media sosial secara cepat. Namun hingga kini, belum dapat disimpulkan adanya hubungan sebab akibat langsung antara kebiasaan tersebut dan penurunan kemampuan akademis.

Dalam laporan yang sama, Singapura, Jepang, Estonia, dan Korea Selatan disebut sebagai negara dengan sistem pendidikan paling unggul. Di Kanada, masalah yang dihadapi siswa berhasil diidentifikasi lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat, sedangkan Estonia dinilai berhasil mengembangkan kecakapan digital siswa secara bertahap mulai dari pra-sekolah.

Di Jerman, prestasi akademik siswa sangat bergantung pada latar belakang sosial mereka. Kesenjangan antara siswa yang berasal dari keluarga berprivilegi dan kelompok kurang beruntung tercatat semakin melebar sejak 2015. Program Startchancen dengan dana 20 miliar euro dari pemerintah federal dan pemerintah negara bagian diluncurkan untuk membantu sekitar 4.000 sekolah. Namun, para ahli menekankan bahwa tantangan utama adalah memastikan keberhasilan program dapat diimplementasikan secara menyeluruh dan berkelanjutan di seluruh negeri.