Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengecam tindakan provokatif terbaru yang dilakukan Rusia terhadap sejumlah negara Eropa. Dalam pernyataannya, Von der Leyen menyoroti insiden kapal perang Rusia yang melepas tembakan peringatan dalam jarak dekat ke arah helikopter milik Denmark, serta insiden penembakan jatuh pesawat nirawak Rusia di wilayah udara Lituania oleh jet tempur NATO.

Von der Leyen menegaskan bahwa kejadian-kejadian tersebut bukan kasus terisolasi, melainkan bagian dari kebijakan agresif dan provokatif Rusia yang lebih luas terhadap Eropa. Ia menambahkan bahwa kesiapan dan ketegasan Eropa saat ini tengah diuji dan menegaskan bahwa Uni Eropa bersama NATO berupaya memperkuat pencegahan dan pertahanan bersama serta meningkatkan tekanan terhadap Rusia.

Pernyataan Von der Leyen sejalan dengan peringatan yang disampaikan para pemimpin Eropa lainnya yang menghadiri KTT Arktik di Finlandia, yang juga menyoroti meningkatnya agresi Rusia. Peringatan ini muncul setelah serangan drone milik Rusia terhadap kereta api rute Kiev-Warsawa yang melintas di dekat perbatasan Polandia pada hari Minggu.

Sementara itu, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, menilai bahwa tindakan provokatif Rusia bertujuan menebar ketakutan di antara para sekutu Ukraina. Kallas menekankan bahwa Eropa tidak gentar dan harus menunjukkan sikap tegas dalam mendukung Ukraina.