Uni Eropa melayangkan kecaman keras terhadap rencana pemerintah Serbia yang berencana memakamkan Ratko Mladiç dengan upacara kenegaraan. Mladiç merupakan mantan komandan militer Bosnia Serbia yang divonis bersalah sebagai penjahat perang.

Anggota Komisi Eropa untuk Urusan Perluasan, Marta Kos, dalam pernyataannya di Bled Strategic Forum yang digelar di Slovenia, menegaskan bahwa memuliakan penjahat perang bertentangan dengan nilai-nilai dasar Eropa. Menurut Kos, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan baik di negara anggota Uni Eropa maupun di negara yang masih berstatus kandidat.

Marta Kos juga menyampaikan akan melakukan kunjungan ke Serbia pada 9 September mendatang. Ia menekankan bahwa Ratko Mladiç telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas kejahatan genosida dan kejahatan kemanusiaan, khususnya dalam tragedi Srebrenitsa. Pemerintah Serbia diketahui merencanakan pemakaman kenegaraan bagi Mladiç yang baru-baru ini meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Den Haag. Adapun waktu penyerahan jenazah oleh pihak otoritas Belanda hingga kini masih belum dipastikan.

Ratko Mladiç dihukum oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia terkait kejahatan kemanusiaan selama perang Bosnia 1992-1995, termasuk pembantaian sekitar 8.000 laki-laki dan anak laki-laki Muslim di Srebrenitsa pada Juli 1995. Setelah buron selama hampir 16 tahun, Mladiç akhirnya ditangkap pada 2011 dan vonis penjara seumur hidupnya dinyatakan inkrah pada 2021. Kendati demikian, segelintir kelompok di Serbia dan Republik Srpska di Bosnia-Herzegovina masih menganggap Mladiç sebagai pahlawan.