Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, mengungkapkan bahwa daftar sanksi baru yang ditujukan terhadap sektor industri militer Rusia tengah dalam tahap penyusunan. Pernyataan tersebut ia sampaikan menjelang pertemuan informal Menteri Luar Negeri Uni Eropa yang digelar di Irlandia.
Menurut Kallas, daftar sanksi tersebut nantinya akan mencakup sekitar 1.600 individu dan entitas baru yang dianggap terkait dengan aktivitas militer Rusia. Ia juga menyoroti insiden penemuan drone yang diduga mengandung bahan peledak di Bandara Leipzig-Halle, Jerman pada 4 Agustus lalu, yang menurutnya merupakan aksi yang membawa ciri-ciri terorisme yang didukung negara. Ia menegaskan, langkah-langkah yang diambil Jerman memberikan pesan tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Kallas mengatakan, serangan hibrida yang terjadi di Eropa harus menjadi peringatan bagi negara-negara yang cenderung bersikap lebih lunak terhadap Rusia. Dalam pertemuan tersebut, para menteri luar negeri Uni Eropa turut membahas upaya meningkatkan tekanan terhadap Moskow, memperkuat ketanggapan dalam kebijakan luar negeri, serta mendorong terciptanya suara bersama di berbagai forum internasional.
Selain isu Rusia, agenda lain yang turut dibahas adalah kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Hormuz, serta perkembangan terbaru di Tepi Barat yang masih berada di bawah pendudukan Israel.
