Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI) melaporkan bahwa musim panas tahun 2026 tercatat sebagai yang terpanas sejak pengukuran dimulai pada 1901. Rata-rata suhu selama tiga bulan musim panas, yakni Juni, Juli, dan Agustus, mencapai 19,3 derajat Celsius. Nilai ini jauh di atas rata-rata jangka panjang yang berada di angka 17,5 derajat Celsius. Suhu tinggi terus terjadi dari paruh kedua Juni hingga pertengahan Agustus, dengan suhu yang secara konsisten melampaui normal musiman.
Pada periode 18 hingga 28 Juni, gelombang panas melanda sejumlah wilayah. Suhu tertinggi musim panas tercatat di kota Ell pada 26 Juni dengan 39,4 derajat Celsius. Pada hari yang sama, pemerintah Belanda untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan merah akibat suhu ekstrem. Di beberapa daerah, indikator suhu mencapai angka maksimum 10. Di De Bilt, suhu malam pada tanggal 25 hingga 27 Juni tidak turun di bawah 20 derajat Celsius. Selama gelombang panas, terjadi badai petir dengan intensitas tinggi. Pada 26 Juni saja, lebih dari 300 ribu sambaran petir tercatat. Sepanjang musim panas di De Bilt tercatat 81 hari panas, 37 hari musim panas, dan 11 hari tropis, jauh di atas rata-rata normal masing-masing yang biasanya 64, 22, dan 5 hari.
Musim panas tahun ini juga berlangsung sangat kering. Curah hujan rata-rata nasional hanya sekitar 185 milimeter, lebih rendah dari rata-rata 224 milimeter. Pada Juli, curah hujan rata-rata hanya 15 milimeter, bahkan di beberapa wilayah barat daya turun menjadi 3 milimeter. Menjelang akhir Agustus, defisit curah hujan secara nasional mencapai 285 milimeter. Catatan tersebut membuat 2026 masuk lima persen tahun terkering sejak pengukuran dimulai.
Selain itu, indeks suhu periode 1 April hingga 31 Oktober juga memecahkan rekor dengan nilai 201,9. KNMI mengaitkan kondisi ini dengan dampak perubahan iklim yang menyebabkan musim panas menjadi lebih cerah, sangat panas, serta perbedaan curah hujan yang signifikan antar wilayah.
