Brussels Airlines memberikan hak kepada pilot dan awak kabinnya untuk menolak penugasan penerbangan ke Tel Aviv, Israel. Keputusan ini diambil setelah adanya pembicaraan antara manajemen maskapai dengan serikat pekerja pada hari Kamis. Brussels Airlines sendiri telah kembali membuka rute Brussels-Tel Aviv selama beberapa minggu terakhir.
Sebelumnya, serikat pekerja ACV Puls menyampaikan kritik atas kebijakan perusahaan yang kini memasukkan penerbangan ke Tel Aviv ke dalam jadwal wajib, bukan lagi berbasis sukarela. Serikat pekerja tersebut menilai bahwa situasi keamanan di Tel Aviv belum cukup kondusif untuk memulai kembali penerbangan secara normal. Selain itu, ACV Puls juga mengingatkan bahwa pemerintah Belgia hingga saat ini masih menganjurkan warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke Israel.
Juru bicara Brussels Airlines, Nico Cardone, memastikan seluruh keluhan dan kekhawatiran terkait keamanan penerbangan ke Tel Aviv telah didengarkan dan ditanggapi oleh manajemen. Cardone juga menegaskan bahwa walaupun jadwal penerbangan ke Tel Aviv telah ditetapkan, setiap personel yang merasa tidak siap secara psikologis dapat memanfaatkan prosedur "tidak layak terbang" tanpa takut akan adanya tindakan balasan dari perusahaan.
Sementara itu, pada Kamis, setidaknya satu penerbangan ke Tel Aviv tetap dijalankan oleh Brussels Airlines.
