Kondisi ekonomi Jerman yang tengah menghadapi berbagai permasalahan kronis serta ketegangan geopolitik global semakin menekan pasar tenaga kerja di negara tersebut. Kurangnya minat perusahaan untuk merekrut pegawai baru membuat jumlah lowongan pekerjaan di Jerman anjlok ke titik terendah dalam enam tahun terakhir pada kuartal kedua 2026.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Institut Riset Pasar Tenaga Kerja dan Profesi Jerman (IAB), jumlah lowongan kerja di Negeri Panzer turun sebesar 11 persen atau setara 129.800 posisi bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Total lowongan kini tercatat sekitar 1 juta posisi. Angka ini juga menunjukkan penurunan 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Survei IAB juga menyebut, tiga dari empat pelamar dinilai perusahaan masih belum memenuhi kriteria yang dibutuhkan.
Penyusutan jumlah lowongan kerja turut memicu persaingan semakin ketat di antara para pencari kerja. Secara nasional, terdapat 291 pencari kerja terdaftar untuk setiap 100 lowongan yang tersedia. Angka tersebut bahkan lebih tinggi di wilayah Jerman Timur, yakni 339 orang per 100 lowongan, dan di Jerman Barat sebanyak 279 orang per 100 lowongan.
Pakar pasar tenaga kerja IAB, Alexander Kubis, menyatakan bahwa permintaan tenaga kerja kali ini turun ke level terendah sejak 2016 apabila periode karantina COVID-19 tidak diperhitungkan. Kubis menilai penurunan ini dipengaruhi oleh perseteruan global yang sedang berlangsung serta kendala struktural yang masih membelit perekonomian Jerman.
