Kenaikan harga bahan bakar diesel di Belgia yang kini menembus angka 2,40 euro per liter dinilai membawa dampak negatif bagi kelompok profesi yang pekerjaannya bergantung pada kendaraan bermotor. Salah satu pihak yang paling merasakan beban tersebut adalah perawat yang memberikan layanan kesehatan ke rumah pasien.

Seorang perawat homecare di kawasan Binche, Sylvie, mengungkapkan bahwa dirinya menempuh jarak sekitar 40 ribu kilometer setiap tahun untuk merawat pasien di kediaman masing-masing. Ia mengatakan ongkos bahan bakar terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara perawat harus tetap memberikan pelayanan kepada pasien di mana pun mereka berada. Hal ini menyebabkan pengeluaran untuk bahan bakar menjadi semakin besar setiap kali mengisi kendaraan.

Sylvie menegaskan bahwa kenaikan biaya bahan bakar tersebut tidak mungkin dibebankan kepada pasien. Para perawat, katanya, harus menanggung sendiri peningkatan pengeluaran tersebut. Menurutnya, para rekan seprofesi yang bertugas di wilayah seperti Brussel, yang memiliki lalu lintas lebih padat dan jarak antar pasien lebih jauh, berpotensi menghadapi beban biaya yang lebih tinggi lagi.