Peningkatan biaya pendidikan tinggi di Belgia semakin memberikan tekanan ekonomi kepada keluarga dan mahasiswa. Kenaikan biaya kuliah dari 835 euro menjadi 1.194 euro turut memperburuk beban finansial, yang sebelumnya telah memberatkan akibat pengeluaran tambahan seperti buku, transportasi, serta akomodasi.

Sebuah survei yang dilakukan oleh BNP terhadap 300 orang tua mahasiswa menunjukkan bahwa 59 persen responden mengaku terpaksa memangkas pengeluaran mereka agar dapat mendukung pendidikan anak. Selain itu, 52 persen keluarga terpaksa menggunakan tabungan yang sebelumnya disiapkan untuk keperluan lain. Sebanyak 12 persen responden bahkan harus mengajukan kredit untuk menutupi kebutuhan pendidikan. Sekitar 26 persen keluarga berupaya mencari penghasilan tambahan demi memenuhi biaya pendidikan. Bantuan mahasiswa dan beasiswa yang tersedia dinilai belum cukup, terutama bagi mereka yang harus menanggung biaya tempat tinggal selama studi.

Wakil Ketua Federasi Mahasiswa Berbahasa Prancis, Ethan Rigaux, menyampaikan bahwa banyak mahasiswa merasa terbebani saat harus meminta tambahan uang dari keluarga mereka. Sementara itu, Direktur Layanan Sosial Mahasiswa Universitas Liège, Dominique Duchâteau, mengungkapkan bahwa ada sebagian keluarga yang kehilangan pekerjaan sehingga mahasiswa dan orang tua harus bersama-sama menopang biaya pendidikan. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya bekerja di lebih dari satu tempat, sehingga waktu belajar menjadi terbatas. Namun, menurut pengakuan sejumlah keluarga dan mahasiswa, banyak di antara mereka memilih untuk tidak mengungkapkan kesulitan ekonomi yang dihadapi secara terbuka kepada publik.