Partai sayap kanan Vlaams Belang di Belgia kembali meluncurkan kampanye anti-imigran dengan secara khusus menargetkan komunitas Turki. Dalam sejumlah baliho kampanye yang mencantumkan peta Turki dan bendera Turki, partai tersebut menyoroti keberadaan 11.576 pencari suaka asal Turki selama periode Januari hingga Juli 2026. Propaganda ini disampaikan melalui slogan "Vol is vol" yang berarti "Sudah Penuh", memicu atmosfer kecemasan di tengah masyarakat serta mendorong kelompok ekstremis dan rasis untuk bertindak.
Bahasa kampanye yang provokatif tersebut disebut-sebut telah berdampak pada kehidupan sehari-hari di Belgia. Terjadi sejumlah insiden kekerasan, khususnya terhadap warga berbahasa Turki dan perempuan yang mengenakan hijab. Beberapa laporan menyebutkan individu dari komunitas Turki menjadi korban serangan fisik di ruang publik.
Para ahli dan perwakilan masyarakat sipil mengingatkan bahwa retorika kebencian dan kebijakan rasial dari partai politik dapat memicu konflik sosial dan membahayakan warga yang tidak bersalah. Mereka menyerukan kepada pemerintah dan otoritas terkait untuk segera mengambil langkah-langkah tegas dalam menghadapi ujaran kebencian dan tindak kekerasan yang meningkat.
