Bank Sentral Eropa kembali menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya tahun ini, sebagai respons terhadap melonjaknya inflasi yang dipicu kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Kenaikan seperempat poin tersebut membuat seluruh jenis kredit di Belgia diperkirakan akan mengalami peningkatan biaya bagi peminjam. Suku bunga utama kini mencapai posisi tertingginya sejak Maret 2025.
Ekonom Bruno Colmant menjelaskan bahwa tingkat suku bunga jangka panjang mengalami kenaikan signifikan secara global. Di Belgia, bunga pinjaman obligasi sepuluh tahun sudah menembus 4 persen, begitu juga dengan bunga kredit hipotek yang kini di atas 4 persen. Menurut Colmant, untuk pembelian apartemen senilai 250 ribu euro, cicilan kredit bulanannya diperkirakan akan naik sekitar 100 euro.
Bank Sentral Eropa menyatakan, kenaikan suku bunga ini bertujuan menekan inflasi dengan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, para pakar menilai kenaikan suku bunga jangka pendek hanya berpengaruh terbatas terhadap harga energi dan perkembangan di Selat Hormuz. Bank juga menegaskan kondisi ekonomi tetap dipenuhi ketidakpastian dan tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan suku bunga lagi di masa mendatang.
