Komite Pencegahan Penyiksaan yang berada di bawah Dewan Eropa menyatakan bahwa kondisi serius di penjara Belgia dapat membuat para tahanan berisiko mengalami perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat. Komite juga mengungkapkan bahwa masalah ini bukan hanya berdampak pada para tahanan, tetapi turut melemahkan sistem peradilan pidana secara luas di negara tersebut.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru yang diterbitkan usai kunjungan ke lima penjara serta pusat psikiatri forensik di Antwerpen dan Gent pada Mei tahun lalu. Menurut laporan tersebut, situasi penahanan di Belgia mengalami kemunduran signifikan bila dibandingkan dengan kunjungan terakhir Komite pada tahun 2017. Tingkat hunian penjara yang saat itu sudah 118 persen, kini semakin meningkat, sehingga semakin banyak narapidana yang terpaksa tidur di lantai. Selama kunjungan, banyak tahanan dilaporkan hanya memiliki ruang pribadi kurang dari empat meter persegi. Kepadatan berlebihan ini turut memperburuk kondisi hidup dan kerja, menambah ketegangan, serta menyulitkan akses ke layanan kesehatan maupun layanan psikososial. Fasilitas untuk kegiatan dan pekerjaan bagi para tahanan juga dinilai semakin terbatas.

Kekurangan tenaga kerja di penjara membuat layanan minimum yang diwajibkan secara hukum pun tidak dapat dilaksanakan dengan baik, bahkan dalam situasi normal. Kondisi ini semakin memburuk saat terjadi aksi mogok. Komite juga menyoroti adanya peningkatan laporan tindakan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan petugas penjara maupun polisi terhadap para tahanan. Kekerasan di antara narapidana dan pasien juga menjadi masalah di hampir seluruh fasilitas yang dikunjungi, kecuali blok perempuan. Bahkan, beberapa narapidana dilaporkan takut keluar dari sel akibat ancaman kekerasan. Selain itu, Komite menyoroti buruknya layanan kesehatan mental dan pendekatan yang bersifat menghukum kepada tahanan dengan kecenderungan melukai diri sendiri.

Pihak berwenang Belgia sendiri menanggapi dengan menekankan upaya perluasan pengawasan elektronik, reformasi hukum pidana, serta pedoman baru terkait pelaporan cedera sebagai langkah perbaikan. Di sisi lain, aksi mogok selama lima hari yang dilakukan serikat pekerja penjara mulai digelar pada Minggu malam sebagai bentuk protes terhadap kepadatan berlebih, kekurangan staf, serta masalah infrastruktur dan keamanan di berbagai penjara Belgia.