Ketidakhadiran petugas pengawas transportasi umum di perusahaan De Lijn, yang beroperasi di wilayah Flemish, Belgia, mengalami lonjakan signifikan tahun lalu akibat maraknya insiden kekerasan. Berdasarkan data dari De Lijn yang dikutip surat kabar Het Laatste Nieuws pada Selasa, tercatat sebanyak 1.750 hari kerja yang ditinggalkan oleh para pengawas sepanjang tahun lalu karena insiden tersebut.
Dalam perusahaan De Lijn terdapat 239 orang pengawas. Sepanjang tahun lalu, dilaporkan terjadi 226 kasus kekerasan, meningkat dibandingkan 186 kasus pada tahun sebelumnya dan 166 kasus pada 2023. Pada tahun 2025, tercatat 128 serangan fisik dan 98 aksi kekerasan secara verbal terhadap para pengawas. Bertambahnya insiden kecelakaan kerja yang dipicu oleh serangan ini pun berdampak pada meningkatnya tingkat absensi para petugas.
Catatan absensi sejumlah 1.750 hari kerja tersebut merupakan angka tertinggi sejak sistem pencatatan terpusat diterapkan pada 2019. Pada tahun sebelumnya, jumlah absensi akibat serangan hanya sebanyak 494 hari.
Pemberitaan ini muncul setelah insiden kekerasan berat yang dialami seorang pengawas di Stasiun Antwerpen-Berchem saat melakukan pemeriksaan akhir pekan lalu. Menanggapi situasi ini, pihak manajemen De Lijn telah mengusulkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keamanan para petugas lapangan.
