Kasus kebencian yang secara langsung menargetkan umat Muslim di Inggris dilaporkan mengalami peningkatan, khususnya melalui berbagai tulisan bernada kebencian di tembok dan pesan-pesan di ruang publik. Salah satu contoh paling mencolok adalah ungkapan 'Muslims Get Out' yang ditemukan di sejumlah area, menandakan tren meningkatnya aksi kebencian terhadap Muslim di ruang terbuka.

Lembaga pemantau insiden kebencian terhadap Muslim, Tell MAMA, dalam laporan terbaru pada Juni 2026 mencatat lonjakan tajam pada aksi agresi berbasis jalanan secara nasional. Lembaga ini mengindikasikan adanya peningkatan pelaporan terkait stiker, poster, dan grafiti bermuatan kebencian anti-Muslim yang tersebar di berbagai wilayah Inggris. Berdasarkan data, terdapat 5.837 kasus kebencian terhadap Muslim yang terverifikasi sepanjang tahun 2024, meningkat signifikan dibandingkan 3.767 kasus pada 2023 dan 2.201 kasus pada 2022.

Aksi kebencian yang terjadi di ruang publik menjadi perhatian khusus, di mana tren kerusakan fasilitas umum dan penyerangan tercatat menonjol sepanjang 2024. Tell MAMA menyebutkan bahwa insiden vandalisme meningkat hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, laporan juga mencatat peningkatan serangan, tindakan perusakan, dan ancaman yang ditujukan kepada masjid maupun pusat komunitas Islam pada paruh kedua 2025. Sepanjang 2026, lembaga tersebut menerima lebih banyak laporan terkait stiker dan grafiti bernuansa kebencian terhadap Muslim. Temuan ini mencerminkan perlunya upaya kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat dan aparat untuk mengatasi tren kebencian berbasis agama tersebut.