Ekspor Jerman pada Juli 2023 tercatat mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir. Data sementara yang dirilis oleh Badan Statistik Jerman (Destatis) menunjukkan, nilai ekspor turun 0,8 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 138,2 miliar euro. Penurunan ini sedikit lebih besar dari perkiraan analis yang sebelumnya memproyeksikan penurunan sebesar 0,5 persen.
Penurunan ekspor ini terutama dipengaruhi oleh merosotnya pengiriman ke China sebesar 9,5 persen serta penjualan ke negara-negara di kawasan Zona Euro yang turun 2,8 persen. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan lebih dari 19 persen dibanding bulan sebelumnya, seiring dengan membaiknya kondisi setelah ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan.
Di sisi lain, nilai impor Jerman pada Juli juga turun cukup signifikan sebesar 5,7 persen menjadi 116,9 miliar euro. Dengan demikian, surplus neraca perdagangan Jerman tercatat naik menjadi 21,3 miliar euro.
Rilis data ekspor ini hadir hanya beberapa hari setelah angka produksi industri Jerman diumumkan dan masih di bawah ekspektasi. Sejumlah lembaga pemikir menilai, gejolak harga energi dan ketidakpastian pada perdagangan global dapat memperlambat pemulihan ekonomi Jerman. Meski demikian, sejumlah proyeksi masih menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi antara 1,2 hingga 1,4 persen pada tahun ini, meski optimisme itu kini mulai diuji oleh data terbaru.
