Otoritas pengelola ruang udara Belgia, Skeyes, melaporkan kembali terdeteksinya drone di area sekitar Bandara Brussels untuk kedua kalinya dalam dua malam berturut-turut. Insiden terakhir tercatat pada Sabtu malam, di mana petugas pengatur lalu lintas udara berhasil mengidentifikasi keberadaan drone tersebut baik secara visual maupun melalui sistem deteksi digital.
Juru bicara Skeyes, Kurt Verwilligen, menyebut bahwa operasional bandara sempat dihentikan selama 30 menit sesuai prosedur keamanan. Operasi kemudian dapat dilanjutkan kembali pada pukul 20.20 waktu setempat. Bandara Brussels sendiri memastikan bahwa drone terpantau pada pukul 19.50 dan berada di luar area bandara, sehingga tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan.
Juru bicara bandara, Quentin Mertens, menjelaskan bahwa tidak ada pengalihan, penundaan, ataupun gangguan lain yang terjadi akibat insiden tersebut. Namun, insiden serupa yang terjadi pada malam sebelumnya sempat mengakibatkan penghentian sementara pendaratan antara pukul 21.45 hingga 22.10 serta memaksa tiga penerbangan untuk mengubah rute.
Hingga saat ini, identitas dan motif pelaku yang mengoperasikan drone masih belum diketahui. Menurut juru bicara Skeyes lainnya, Audrey Derigo, insiden ini dapat terjadi akibat kelalaian terhadap aturan atau kehilangan kendali atas drone, meski kemungkinan tindakan dengan niat buruk juga tidak sepenuhnya dapat dikesampingkan. Derigo menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menemukan indikasi adanya maksud jahat dan penyelidikan masih terus berlangsung.
