Para petani di Bulgaria menghadapi tantangan serius pada musim panen anggur tahun ini. Meski hasil panen tercatat melimpah dan kualitas anggur dinilai baik, banyak anggur terancam tidak dipanen akibat harga jual yang rendah di pasaran.
Di wilayah selatan Bulgaria, khususnya di desa Brestovitsa, Plovdiv, para petani mengeluhkan sulitnya memasarkan hasil panen mereka. Salah satu produsen, Asen Shopov, mengungkapkan bahwa anggur dari kebunnya hanya dibeli seharga sekitar 1 euro per kilogram, padahal di pasar harga jualnya bisa mencapai antara 2,3 hingga 4 euro per kilogram. Ia juga menyoroti kenaikan tajam biaya produksi, mulai dari bahan bakar, upah tenaga kerja, hingga harga obat-obatan dan pupuk, sehingga meningkatnya biaya berpotensi membuat sebagian anggur gagal dipanen.
Krisis ini diperparah oleh masuknya anggur murah impor dari negara tetangga serta hambatan dalam ekspor. Produsen anggur dan pelaku industri wine menyatakan mereka terpaksa mengalihkan penjualan ke pasar domestik. Namun, absennya dukungan pembiayaan dalam bentuk subsidi untuk anggur musim ini, terutama bagi produsen anggur wine, dikhawatirkan menimbulkan dampak berat bagi sejumlah pelaku usaha.
Sejumlah produsen menuntut pemerintah memberikan bantuan segera. Sementara itu, terungkap pula bahwa di beberapa pabrik wine masih tersisa stok anggur tahun lalu yang belum terjual.
