Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan meminta negara-negara Eropa untuk membayar biaya bantuan militer dan amunisi yang sebelumnya telah diberikan AS kepada Ukraina. Ia menegaskan bahwa Eropa seharusnya bertanggung jawab atas biaya amunisi yang selama pemerintahan Joe Biden diberikan secara cuma-cuma ke Ukraina, dan menyebut permintaan pembayaran ini tetap akan diajukan meskipun mungkin terjadi secara bertahap.

Trump, yang sempat menahan bantuan militer ke Ukraina setelah kembali mencalonkan diri di Gedung Putih, juga menyarankan agar pengiriman amunisi baru ke Kyiv hanya dilakukan jika Eropa bersedia mengganti biayanya. Berdasarkan data dari Kiel Institute for the World Economy, sejak serangan Rusia pada Februari 2022, Amerika Serikat telah menyalurkan bantuan militer ke Ukraina senilai sekitar 115 miliar euro. Sementara itu, dukungan militer dari Uni Eropa pada periode yang sama diperkirakan mencapai 77 miliar euro.

Pernyataan Trump ini muncul di tengah laporan bahwa persediaan amunisi militer Amerika Serikat menurun akibat konflik dengan Iran. Dalam unggahan di media sosial, Trump mengklaim bahwa produksi senjata AS saat ini meningkat pesat dan lebih diutamakan untuk kebutuhan nasional, namun ia juga menambahkan bahwa penjualan senjata ke negara sekutu akan segera dilanjutkan.

Media Amerika sebelumnya juga melaporkan kekhawatiran terkait menipisnya stok rudal jarak jauh berpresisi tinggi milik AS selama perang dengan Iran, yang dinilai dapat memengaruhi kesiapan militer negara tersebut dalam menghadapi konflik baru.