Institut Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) melaporkan bahwa jumlah kasus infeksi virus West Nile di negara tersebut tahun ini telah mencapai 18 orang, dengan tiga di antaranya meninggal dunia akibat infeksi tersebut. Dalam keterangan yang dirilis dari Den Haag, disebutkan bahwa kasus terbaru bertambah sembilan orang sejak pekan lalu.
Seluruh kasus infeksi tercatat sebagai penularan lokal di wilayah Belanda. Infeksi tersebut terdeteksi di sejumlah provinsi, antara lain Utrecht, Brabant Utara, Holland Utara, Holland Selatan, Overijssel, dan Gelderland. Informasi ini disampaikan kepada publik pada 10 September 2026.
Virus West Nile umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Culex. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin untuk mencegah infeksi, sehingga masyarakat dianjurkan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Masa inkubasi virus ini berkisar antara 2 hingga 14 hari, tetapi pada individu dengan sistem imun lemah, dapat berlangsung hingga 21 hari.
Sekitar 80 persen orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, sementara sekitar 20 persen lainnya mengalami gejala seperti demam, kelelahan, mual, muntah, serta nyeri kepala dan otot. Virus West Nile pertama kali ditemukan di Belanda pada tahun 2020 dan sejak saat itu telah terdeteksi pada nyamuk, beberapa jenis burung liar, kuda, dan sedikit kasus pada manusia.
