Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa pasukan Rusia kembali melancarkan serangan di kawasan Dnipropetrovsk, tepatnya di dekat Nikopol, pada Jumat pagi waktu setempat. Sebuah minibus antar kota yang melintas di rute biasa diserang oleh pesawat nirawak (drone) tipe FPV milik Rusia. Akibat serangan tersebut, lima orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya mendapat perawatan medis. Zelensky menegaskan bahwa serangan ini tidak memiliki alasan militer dan menyebut insiden tersebut sebagai bentuk kekejaman lain dari Rusia. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Selain itu, Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia masih terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur logistik dan fasilitas penting Ukraina. Salah satu serangan menargetkan lokomotif kereta penumpang di wilayah Mykolaiv. Akibatnya, stasiun dan rel kereta mengalami kerusakan. Namun, berkat respons cepat dari petugas dan peringatan dini kepada penumpang, sebanyak 170 orang berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Selain itu, pusat transformator listrik di kota Kovel juga menjadi sasaran serangan, dan upaya pemadaman kebakaran skala besar berlangsung sepanjang malam di Kiev.

Serangan Rusia juga dilaporkan terjadi di wilayah Kherson, Donetsk, dan Poltava. Zelensky menegaskan bahwa setiap serangan selalu menargetkan warga sipil dan mendesak agar tekanan terhadap Rusia semakin diperkuat agar perang dapat dihentikan. Ia meminta agar tidak ada penundaan sanksi maupun konsesi yang dianggap sebagai hadiah bagi Rusia. Zelensky juga menyoroti rancangan undang-undang yang kini sedang dibahas di Kongres Amerika Serikat dan didukung oleh Senator Lindsey Graham, yang menurutnya harus memberikan sinyal dan perangkat yang dibutuhkan otoritas Ukraina untuk menciptakan perdamaian sejati. "Selama Rusia terus melakukan kejahatan keji setiap hari, sanksi harus ditegakkan dengan tegas. Ini bukan saatnya mengendurkan tekanan. Saatnya melakukan segala upaya agar diplomasi membuahkan hasil berkat kekuatan," ujar Zelensky.