Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) pada Rabu merilis laporan terbaru yang memproyeksikan kenaikan suhu global diperkirakan akan melampaui batas 1,5 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri dalam beberapa tahun mendatang. Meski demikian, pencapaian target pembatasan kenaikan suhu di bawah 1,5 derajat pada akhir abad ini dinyatakan belum sepenuhnya hilang selama langkah-langkah penurunan emisi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dilakukan secara cepat dan efektif.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa dalam skenario terbaik, kenaikan suhu dapat dibatasi hingga 1,8 derajat Celsius, sementara pada skenario lain, suhu global berpotensi meningkat lebih dari 2 derajat Celsius. Peningkatan suhu tertinggi yang mungkin dicapai sangat krusial, sebab setiap kenaikan tambahan membawa risiko melampaui ambang batas kritis yang dapat menimbulkan dampak lebih parah dan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi. Lama waktu suhu global berada di atas batas 1,5 derajat juga akan mempengaruhi besaran dampak yang terjadi.
UNEP menekankan pentingnya transisi cepat meninggalkan bahan bakar fosil serta melindungi carbon sink alami seperti hutan dan lautan. Apabila target emisi nol bersih tercapai dan dilakukan upaya penyerapan karbon secara masif, ada peluang untuk menurunkan tren suhu global hingga akhir abad ini. Namun demikian, mengingat dampak perubahan iklim sudah terasa saat ini, upaya adaptasi tetap perlu dijalankan.
Meski target 1,5 derajat masih mungkin dicapai, laporan tersebut memperingatkan bahwa kerugian yang tidak bisa dipulihkan tetap akan terjadi, bahkan jika tren pemanasan berhasil ditekan.
