Institut Ekonomi Jerman (IW) memprediksi kekurangan tenaga kerja terampil di Jerman akan meningkat sebesar 47 persen hingga mencapai 723 ribu orang pada tahun 2029. Berdasarkan penelitian yang dirilis IW, kekurangan tenaga kerja terampil di negara tersebut mencapai 370 ribu pada tahun lalu.

Penelitian tersebut mengungkapkan, pada 2029 sektor ritel diperkirakan akan mengalami kekurangan sekitar 39.100 pekerja terampil. Sementara itu, sektor pengasuhan anak akan membutuhkan sekitar 29.900 tenaga kerja, diikuti oleh sektor layanan sosial dan pedagogi 23.600, keperawatan 18.700, otomotif 15.900, konstruksi 15.000, serta teknik elektro sebanyak 13.800 orang.

IW menyoroti sejumlah faktor yang memperburuk masalah ini, seperti meningkatnya jumlah penduduk yang pensiun setiap tahun, semakin berkurangnya angkatan muda yang masuk ke dunia kerja, serta rendahnya angka kelahiran. Lembaga ini juga memperingatkan, jika migrasi ke Jerman tidak meningkat, kekurangan tenaga kerja terampil bisa jadi melampaui prediksi yang ada.