Rencana percepatan investasi energi angin di Valon, Belgia, guna memenuhi target iklim wilayah tersebut, menghadapi penolakan dari masyarakat setempat. Salah satu proyek pembangunan 11 turbin angin di dataran Florenchamp, Ham-sur-Heure-Nalinnes, memicu keberatan dari penduduk lokal, termasuk Valérie yang menyampaikan kekhawatirannya terhadap perubahan lanskap pedesaan dan menolak pembangunan turbin di dekat tempat tinggalnya.

Pada kuartal pertama tahun ini, sebanyak 15 proyek yang tengah direncanakan mengalami penundaan akibat adanya pengajuan keberatan ke Dewan Negara. Penolakan juga terjadi atas rencana pemasangan 4 hingga 5 turbin angin di Ittre. Rony Martin, salah seorang warga setempat, menyuarakan kecemasan terkait dampak negatif proyek terhadap kesehatan masyarakat, keindahan pemandangan, serta keberadaan fauna lokal. Ia menyoroti ancaman khusus bagi burung pemangsa dan kelelawar akibat pembangunan turbin tersebut.

Pemerintah Valon menargetkan pemenuhan 25 persen kebutuhan listrik dari energi angin pada tahun 2030, sebagaimana tertuang dalam Rencana Udara dan Iklim. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan pembangunan tambahan antara 300 hingga 500 turbin angin baru. Direktur Federasi Transisi Energi Edora, Fawaz Al Bitar, menilai target tersebut dapat dicapai dalam kurun waktu empat tahun, asalkan proses perizinan dipercepat dan proyek-proyek tersebut mendapat kepastian hukum. Saat ini, Valon tercatat memiliki sebanyak 625 turbin angin.