Musim panas tahun ini di Belgia diwarnai dengan suhu tinggi dan kekeringan yang berdampak buruk terhadap produksi kentang. Sejumlah petani mengkhawatirkan kondisi karena tanah menjadi sangat kering dan kentang yang dihasilkan berukuran jauh lebih kecil dari biasanya. Mereka menyampaikan bahwa situasi seperti ini belum pernah terjadi sejak lebih dari satu dekade terakhir.
Menurut para produsen, ukuran kentang tahun ini hanya sekitar seperempat dari ukuran normal. Hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi pada musim semi yang melemahkan tanah, sementara cuaca panas pada musim panas membuat tanah semakin kering. Beberapa petani menyatakan kemungkinan harus menggunakan hasil panen tahun lalu dari gudang untuk memenuhi kontrak dengan pihak industri pengolahan.
Hasil panen yang minim ini diperkirakan akan langsung berimbas pada bisnis olahan kentang seperti rumah makan yang menjual kentang goreng di Belgia. Kentang berukuran kecil dikhawatirkan membuat kentang goreng menjadi lebih pendek dan juga lebih mahal. Petani juga mengingatkan jika panen terus memburuk, kemungkinan besar bahan baku dari varietas lain yang kualitasnya lebih rendah harus digunakan.
