Data terbaru yang dirilis oleh lembaga Perdagangan dan Investasi Jerman mengungkapkan bahwa nilai ekspor Jerman ke Tiongkok pada paruh pertama tahun ini turun di bawah 37 miliar euro. Penurunan ini dikaitkan dengan berkurangnya ketergantungan perusahaan Tiongkok terhadap impor dari Eropa. Dibandingkan tahun sebelumnya, ekspor Jerman ke Tiongkok mengalami penurunan lebih dari 12 persen, dan Tiongkok kini menempati posisi kesembilan sebagai pasar utama produk Jerman.

Para analis menilai, industri Jerman tengah menghadapi tekanan akibat tarif bea masuk Amerika Serikat serta meningkatnya persaingan dari Tiongkok. Pada saat yang sama, impor Jerman dari Tiongkok justru naik 8,9 persen selama enam bulan pertama tahun ini hingga mencapai 91,8 miliar euro, dengan total nilai perdagangan kedua negara melebihi 128 miliar euro. Angka ini tercatat melampaui total perdagangan Jerman dengan Amerika Serikat sebesar tiga miliar euro.

Penurunan ketergantungan Tiongkok terhadap produk Jerman menunjukkan semakin mandiri dan berkembangnya teknologi Tiongkok jika dibandingkan dengan negara-negara Barat. Sementara itu, ekspor Jerman ke Amerika Serikat turun sebesar 6 persen. Dalam periode yang sama, Tiongkok berhasil menjadi mitra dagang terbesar bagi Jerman. Secara keseluruhan, ekspor Jerman pada paruh pertama tahun ini tumbuh 3,7 persen menjadi 817 miliar euro.