Otoritas Jaminan Sosial Karyawan Belanda (UWV) mengumumkan adanya kesalahan pembayaran kepada puluhan ribu pekerja yang menerima tunjangan WIA akibat sakit berkepanjangan pada periode 2020 hingga 2024. Dalam beberapa kasus, penerima dilaporkan menerima ratusan euro lebih sedikit atau lebih banyak dari yang seharusnya.

Pemeriksaan terhadap sekitar 220 ribu berkas menemukan 43 ribu kasus yang kemungkinan mengandung kesalahan. Namun, hingga kini belum dipastikan berapa jumlah penerima yang terkena dampak maupun nilai kelebihan dan kekurangan pembayaran yang terjadi. Proses koreksi dijadwalkan akan dimulai pada 1 September mendatang dan evaluasi kasus diperkirakan berlangsung hingga tahun 2027.

Pihak UWV menegaskan bahwa penerima yang mendapat kelebihan pembayaran tidak diwajibkan mengembalikan dana tersebut. Pembayaran kepada mereka akan disesuaikan ke jumlah yang semestinya dua bulan setelah menerima pemberitahuan. Sementara itu, penerima yang mendapat kurang pembayaran akan menerima pelunasannya sekaligus untuk periode sebelumnya dan pembayaran bulanan selanjutnya akan disesuaikan secara tepat. UWV menyampaikan langkah ini juga bertujuan mencegah terjadinya penurunan hak atas bantuan sosial lainnya akibat koreksi tersebut.

Di sisi lain, dinyatakan tidak akan ada kompensasi tambahan bagi para penerima yang terdampak. Meski pemerintah Belanda tengah menyiapkan langkah penghematan sebesar 6,5 miliar euro dalam sistem jaminan sosial, isu perbaikan dan perubahan pada skema WIA serta tunjangan ketidakmampuan kerja total dan tetap (IVA) turut mencuat. Para ahli menyoroti kompleksitas sistem yang ada sebagai penyebab utama terjadinya banyak kesalahan administratif tersebut.