Maskapai penerbangan asal Belanda, Transavia, memperluas operasinya di Bandara Brussels dan resmi menjadikan bandara tersebut sebagai basis utama keempat mereka. Dengan menambah armada pesawat keempat di Brussels, Transavia juga mulai merekrut staf lokal dari Belgia untuk mendukung aktivitas operasional.

Direktur Utama Transavia, Paul Terstegge, menyampaikan dalam konferensi pers di pusat kru baru bahwa Bandara Brussels kini berstatus sebagai salah satu pusat operasi utama perusahaan. Langkah ekspansi ini menandai perkembangan signifikan sejak Transavia memulai aktivitasnya di Brussels pada 2022 sebagai basis pertama di luar Belanda.

Pada awalnya, operasional Transavia di Brussels dijalankan dengan dua pesawat dan tenaga kerja yang didatangkan dari Belanda. Awak pesawat dan pilot harus diangkut menggunakan taksi ke bandara, sementara sebagian karyawan menginap di hotel sekitar lokasi. Namun, sejak tahun lalu perusahaan memutuskan membentuk tim lokal. Pada akhir April, penerbangan perdana dengan awak penuh asal Belgia dilaksanakan ke Alicante. Kini, sekitar 150 karyawan bekerja di bawah kontrak kerja Belgia di basis Brussels tersebut.

Dengan bergabungnya pesawat keempat ke dalam armada pekan lalu, Transavia menargetkan dapat melayani lebih dari satu juta penumpang dari Bandara Brussels sepanjang tahun ini. Jumlah tujuan penerbangan juga direncanakan bertambah dari 11 menjadi 15 pada musim panas mendatang. Penerbangan ke Porto akan dimulai pada pertengahan Desember, disusul dengan rute baru ke Heraklion, Thessaloniki, dan Ponta Delgada di Kepulauan Azores yang segera menyusul. Sebagai bagian dari grup Air France-KLM, Transavia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kehadiran bisnis di Belgia dalam jangka panjang, namun saat ini belum ada keputusan terkait penambahan pesawat kelima.