Penyebaran nyamuk macan Asia di Belgia kian meluas. Hasil awal pemantauan yang dilakukan oleh Sciensano bersama Institut Pengobatan Tropis menunjukkan, pada tahun ini spesies nyamuk tersebut telah terdeteksi di empat kota baru dan mulai menetap di beberapa kawasan.
Sejak awal Mei, kehadiran nyamuk macan Asia untuk pertama kalinya dilaporkan melalui platform SurveillanceMoustiques di wilayah Aywaille, Kraainem, Kuurne, dan Rotselaar. Sebelumnya, spesies ini juga pernah ditemukan di Ath, Boom, Kessel-Lo, Merelbeke-Melle, Schelle, Wijnegem, dan Zaventem. Peneliti menyatakan bahwa nyamuk ini masih bertahan di wilayah Hoegaarden, Merelbeke-Melle, Wijnegem, dan Zaventem, serta pemantauan terus berlanjut di Ath dan Boom.
Epidemiolog Sciensano Javiera Rebolledo Romero menegaskan, ditemukannya nyamuk macan Asia bukan berarti akan terjadi penularan penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, atau virus zika. Namun, entomolog dari Institut Pengobatan Tropis, Wim Van Bortel, mengingatkan bahwa pengendalian nyamuk ini menjadi lebih sulit apabila sudah menetap di suatu daerah.
Pemantauan akan dilakukan hingga Oktober mendatang. Warga diimbau untuk melaporkan temuan mereka dan diminta lebih waspada agar tidak secara tidak sengaja membawa nyamuk tersebut, khususnya setelah bepergian dari Eropa Selatan dengan kendaraan bermotor.
