Institut Kesehatan Masyarakat Belgia, Sciensano, melaporkan bahwa pada tahun 2022 sekitar 9.700 orang di Belgia meninggal dunia akibat sebab-sebab yang berkaitan dengan polusi udara. Angka tersebut setara dengan sekitar sembilan persen dari seluruh kematian di Belgia pada tahun tersebut.

Laporan tahunan Sciensano mengenai beban penyakit menganalisis dampak dari 38 kondisi kesehatan terhadap angka kesakitan dan kematian, serta mengkaitkan faktor risiko yang dapat diubah. Berdasarkan data tersebut, partikel debu halus (PM2.5) menjadi faktor utama yang menyebabkan 5.811 kematian, diikuti oleh paparan nitrogen dioksida (NO2) dengan 2.950 kematian, serta ozon yang menyebabkan 934 kematian. Selain itu, penggunaan tembakau tercatat menyebabkan 9.504 kematian, dan kelebihan berat badan atau indeks massa tubuh yang tinggi menjadi penyebab 9.509 kematian. Konsumsi alkohol menyebabkan lebih dari 4.600 kematian, sementara suhu ekstrem tercatat memicu kematian lebih dari 3.600 orang. Paparan kebisingan dari lalu lintas jalan raya juga diidentifikasi sebagai faktor risiko tambahan.

Risiko kesehatan ini terutama berdampak pada penduduk yang berusia di atas 65 tahun dan mayoritas laki-laki berusia antara 45 hingga 85 tahun. Dari segi wilayah, wilayah Brussel dan Wallonia dilaporkan lebih terdampak dibandingkan wilayah Flanders. Meski berada di bawah rata-rata Uni Eropa dalam sebagian besar faktor risiko, Belgia melaporkan angka kematian akibat konsumsi rokok dan paparan kebisingan lalu lintas yang masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.