Gelombang panas ekstrem yang melanda Jerman pada tahun ini menimbulkan jumlah korban jiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan laporan terbaru dari Institut Robert Koch (RKI), sebanyak 9.600 orang dilaporkan meninggal akibat suhu tinggi yang terjadi pada periode 22 hingga 28 Juni 2026.

Data ini hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan estimasi sebelumnya yang mencatat sekitar 5.000 kematian. Selama periode tersebut, suhu di Jerman tercatat mencapai 40 derajat Celsius, dengan rata-rata suhu harian sebesar 26,4 derajat Celsius. Kelompok usia lanjut, terutama yang berusia di atas 85 tahun, serta penderita penyakit kronis, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak gelombang panas ini.

Sepanjang tahun 2026, jumlah kematian akibat suhu tinggi di Jerman diperkirakan mencapai 11.900 jiwa. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2016 berdasarkan data resmi.

Merespons situasi ini, Asosiasi Dokter Jerman bersama berbagai organisasi kesehatan dan lingkungan meminta pemerintah mengambil langkah tegas untuk menghadapi krisis iklim. Mereka mendesak agar pemerintah segera menerapkan kebijakan yang mengikat terkait iklim serta menyusun rencana perlindungan nasional terhadap gelombang panas.

Selain itu, para ahli juga menyoroti pentingnya meningkatkan ketahanan fasilitas seperti panti jompo, rumah sakit, dan sekolah terhadap dampak krisis iklim. Langkah lain yang dianggap penting adalah memperluas ruang hijau di perkotaan dan memastikan pendanaan berkelanjutan guna memperkuat layanan kesehatan masyarakat.