Suhu permukaan laut di wilayah barat Eropa mencapai rekor tertinggi baru pada awal musim panas tahun ini. Berdasarkan laporan terkini dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus, suhu rata-rata permukaan laut di kawasan tersebut pada Juli mencapai 20,96 derajat Celsius. Angka ini melampaui rekor yang tercatat pada tahun 2023.

Peningkatan suhu luar biasa ini disebut para ahli sebagai hasil kombinasi dari akumulasi gas rumah kaca di atmosfer serta pengaruh fenomena El Niño. Kondisi tersebut dinilai mendorong terjadinya gelombang panas dan meningkatkan risiko kebakaran hutan di berbagai negara seperti Belgia, Spanyol, dan Prancis. Laporan juga menunjukkan bahwa suhu pada Juli jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir di sejumlah negara Eropa Barat.

Pakar kelautan menyoroti bahwa situasi ini bukan fenomena yang terisolasi. Menurut Prof. Sylvie Gobert dari Universitas Liège, rekor baru kini tercatat hampir setiap tahun, menandakan percepatan tren pemanasan global. Ia menegaskan, "Dulu, rekor seperti ini hanya terjadi dalam kurun waktu bertahun-tahun. Kini, kita mengalaminya hampir setiap tahun. Ini adalah bukti nyata pemanasan yang semakin cepat."

Peningkatan suhu ekstrim di perairan barat Eropa telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kelestarian biota laut, sistem ekologi kawasan, serta keselamatan permukiman yang berada di sepanjang pesisir. Para pejabat memperingatkan, lonjakan suhu secara drastis tidak hanya membahayakan lingkungan tetapi juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.