Penurunan populasi burung sawah di wilayah pedesaan Belgia semakin menjadi perhatian para ahli. Selama tiga dekade terakhir, tercatat penurunan sebesar 30 persen untuk semua jenis burung, sementara burung sawah mengalami penurunan lebih tajam hingga mencapai 60 persen.

Para pakar menduga praktik pertanian intensif dan penggunaan pestisida secara masif menjadi faktor utama menurunnya jumlah burung di Belgia. Spesies seperti l'alouette des champs, bruant proyer, dan perdrix grise kini berada dalam kategori paling terancam punah akibat perubahan di lingkungan pertanian.

Ekspansi lahan pertanian, penggunaan mesin pertanian secara luas, serta berkurangnya kawasan alami menyebabkan habitat burung mengecil secara signifikan. Di sejumlah lahan pertanian, keberadaan pagar tanaman, padang rumput, dan tanah bera semakin langka. Selain itu, praktik pemotongan rumput yang sering dilakukan turut memperparah situasi, merusak sarang burung dan mengurangi ketersediaan makanan.

Para ahli menekankan, untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati, setidaknya 10 persen lahan pertanian sebaiknya diperuntukkan bagi area alami. Namun, hingga kini di banyak wilayah angka ini masih berkisar antara 2 hingga 3 persen. Upaya seperti pembuatan jalur rumput, penanaman semak, dan penerapan sistem bera yang baru-baru ini digalakkan dinilai mulai menunjukkan efek positif namun belum mampu mengatasi penurunan secara signifikan.