Belgia tengah mengalami kekurangan tenaga kerja yang kian memburuk di sejumlah sektor penting. Berdasarkan data Forem, krisis ketenagakerjaan sangat terasa terutama di sektor konstruksi, transportasi, keamanan, serta teknologi. Mereka yang memiliki keahlian atau pendidikan di bidang tersebut umumnya dapat memperoleh pekerjaan dalam waktu sekitar enam bulan. Bahkan, delapan dari sepuluh lulusan yang memasuki sektor-sektor ini berhasil mendapat pekerjaan dalam dua tahun.
Kurangnya pemenuhan kebutuhan tenaga kerja membuat sejumlah perusahaan melakukan pencarian tenaga kerja secara intensif. Posisi-posisi seperti operator forklift, tukang daging, pekerja layanan perawatan rumah, dan berbagai spesialis bangunan menjadi sangat dibutuhkan. Kepala perusahaan transportasi Euro-Trafic, Jacques Lenoble, mengungkapkan bahwa perusahaannya setiap tahun merekrut seperempat sopir dari para kandidat yang direkomendasikan Forem dan umumnya menawarkan kontrak kerja tanpa batas waktu.
Situasi ini sebenarnya bukan hal baru. Kekurangan tenaga kerja telah dirasakan sejak sebelum pandemi Covid-19 dan diperkirakan akan semakin parah dalam beberapa tahun ke depan akibat banyaknya tenaga kerja yang memasuki masa pensiun.
Di kawasan Wallonia, sektor konstruksi disebut sebagai sektor yang paling banyak mengalami kekurangan tenaga kerja. Saat ini, ada 38 profesi di wilayah tersebut yang dinyatakan dalam kondisi krisis. Sektor lain yang juga mengalami kekurangan serupa mencakup teknologi industri, pelayanan kesehatan, dan layanan sosial. Bagi para pencari kerja, pendidikan di sektor-sektor kritis ini memberikan peluang besar untuk dapat segera terserap ke dalam dunia kerja.
