Pemerintah Prancis mulai menerapkan aturan baru yang lebih ketat terkait panggilan telepon komersial efektif pada Selasa ini. Melalui aturan tersebut, perusahaan diwajibkan untuk mendapatkan persetujuan dari konsumen sebelum menghubungi mereka untuk tujuan pemasaran. Kebijakan ini diterapkan guna membatasi maraknya panggilan tidak diinginkan yang kerap dikeluhkan masyarakat dan menuai respons positif dari publik Prancis.

Sementara itu, Belgia saat ini masih menerapkan sistem yang berbeda. Konsumen di Belgia dapat mendaftarkan nomor telepon mereka ke dalam daftar 'Ne m’appelez plus' guna menolak menerima panggilan promosi. Hingga saat ini, lebih dari 1,5 juta nomor telah terdaftar dalam daftar tersebut. Setiap perusahaan diwajibkan untuk memeriksa dan menghormati daftar ini sebelum memulai kampanye panggilan pemasaran.

Meski demikian, sejumlah dokumen menunjukkan bahwa metode meminta persetujuan terlebih dahulu dari konsumen sebelum melakukan panggilan dianggap lebih efektif. Atas dasar itu, pemerintah Belgia sedang mempertimbangkan untuk beralih dari sistem 'opt-out' yang berlaku saat ini menjadi sistem 'opt-in' seperti di Prancis, di mana panggilan promosi hanya diperbolehkan apabila konsumen telah memberikan persetujuan secara eksplisit. Untuk saat ini, daftar 'Ne m’appelez plus' masih menjadi instrumen utama pengendalian panggilan tidak diinginkan di Belgia.