Sebanyak setengah dari perusahaan di sektor pengolahan kayu dan mebel di Bulgaria yang melakukan ekspor melaporkan adanya penurunan aktivitas ekspor mereka pada kuartal terakhir tahun 2026. Hal tersebut terungkap dalam survei daring dan anonim yang dilakukan oleh Kamar Industri Pengolahan Kayu dan Mebel Bulgaria pada bulan Juli lalu.

Berdasarkan hasil awal survei tersebut, sebanyak 55 persen eksportir mencatat penurunan ekspor dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, tidak ada satu pun perusahaan yang melaporkan peningkatan ekspor secara signifikan pada periode yang sama.

Dari perusahaan yang mengikuti survei, 66,7 persen menyatakan adanya penurunan dalam volume produksi, layanan, maupun pasokan bahan baku atau aksesori. Sebanyak 47,5 persen peserta merupakan eksportir, sedangkan 52,5 persen hanya beroperasi di pasar domestik Bulgaria.

Jika memperhatikan lebih lanjut, 35 persen dari eksportir tidak mengalami perubahan ekspor, 30 persen mengalami sedikit penurunan, dan 25 persen melaporkan penurunan signifikan. Hanya 10 persen eksportir yang mencatat peningkatan tipis.

Terkait dengan ketenagakerjaan di sektor ini, hasil survei menunjukkan adanya dinamika yang beragam. Sebanyak 17,5 persen perusahaan berencana merekrut pekerja baru, sementara persentase yang sama mengaku kesulitan menemukan tenaga kerja terampil. Selain itu, 15 persen perusahaan memperkirakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja.

Di sisi lain, sekitar 70 persen perusahaan menyatakan bakal melakukan investasi dalam enam bulan mendatang. Sementara itu, sejumlah persoalan utama masih menjadi tantangan bagi pelaku industri, seperti kurangnya pesanan dan permintaan, tingkat inflasi yang tinggi, biaya bahan baku dan transportasi yang semakin membebani, kelangkaan tenaga kerja terampil, ketidakpastian pasar, hingga beban administratif yang berat. Sebanyak 45 persen perusahaan memiliki pandangan pesimistis atau setengah pesimis terhadap kinerja enam bulan ke depan.