Perusahaan konstruksi di wilayah Flanders menunjukkan sikap optimistis terhadap masa depan setelah menghadapi masa-masa sulit sejak 2022. Optimisme ini tercermin dalam survei triwulanan yang dilakukan Bouwunie terhadap para pekerja mandiri serta usaha kecil dan menengah di sektor konstruksi.
Menurut Direktur Departemen Riset Bouwunie, Twain De Hondt, nilai barometer industri konstruksi naik menjadi 100,1 poin. Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa untuk pertama kalinya sejak lama, pelaku usaha kembali memandang positif prospek sektor ini. Dalam indikator tersebut, angka di atas 100 melambangkan pertumbuhan ekonomi yang bertendensi positif, sementara angka di bawah 100 menunjukkan kecenderungan negatif.
Bouwunie menegaskan, sektor konstruksi sempat mengalami berbagai tantangan bertubi-tubi usai pandemi COVID-19 dan dampak perang di Ukraina. Naiknya harga material secara tajam, krisis energi, inflasi upah yang tinggi, serta krisis geopolitik, disebut sangat memukul proyek-proyek pembangunan baru. De Hondt juga menyoroti bahwa banyaknya perusahaan yang mengalami kebangkrutan menjadi gambaran nyata dampak berat yang dialami industri.
Meski demikian, Bouwunie mengingatkan bahwa tren pemulihan ini masih bersifat rapuh. Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menekankan bahwa beberapa kuartal mendatang akan menjadi penentu apakah tren positif ini bisa bertahan, atau hanya merupakan pemulihan sementara.
