Limbah tekstil yang dihasilkan oleh industri mode global kini menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Konsep mode cepat yang mendorong peningkatan konsumsi pakaian, juga memicu bertambahnya limbah kain dalam jumlah besar. Fenomena ini tidak hanya berimbas pada peningkatan penggunaan sumber daya alam, tetapi juga memunculkan perdebatan mengenai keberlanjutan industri mode.

Tren mode yang terus berubah setiap musim mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi sekali pakai, sehingga jutaan pakaian berakhir di tempat pembuangan sampah. Peningkatan volume limbah ini turut berkontribusi terhadap berkurangnya koleksi yang didukung produsen lokal, serta membuat upaya pelestarian lingkungan menjadi kurang efektif. Meskipun kesadaran masyarakat mengenai masalah ini meningkat, berbagai inisiatif daur ulang yang ada masih belum mampu memberikan hasil yang optimal.

Para ahli menyoroti dampak negatif mode cepat dalam jangka panjang dan menekankan pentingnya kebijakan baru untuk mendorong produksi yang berkelanjutan. Jika industri mode tidak segera mengambil langkah nyata dalam menemukan solusi jangka panjang, beban limbah tekstil terhadap lingkungan diperkirakan akan terus meningkat.