Hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan bahwa siswa di Bulgaria menempati urutan terbawah di antara negara-negara Uni Eropa dalam bidang membaca dan matematika. Berdasarkan data yang dirilis, sebanyak 58 persen siswa berusia 15 tahun di negara tersebut belum mencapai tingkat pengetahuan dan keterampilan dasar dalam membaca, sementara 57 persen tertinggal dalam matematika. Selain itu, sekitar 47 persen siswa juga mengalami kekurangan signifikan dalam bidang ilmu pengetahuan alam.
PISA merupakan survei internasional yang diselenggarakan oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) setiap tiga tahun sekali. Survei ini mengukur kemampuan siswa usia 15 tahun dari 91 negara dalam menerapkan pengetahuan mereka pada situasi kehidupan sehari-hari. Pada PISA 2025, fokus utama pengukuran adalah pada bidang ilmu pengetahuan alam. Untuk bidang membaca, skor siswa Bulgaria berada di angka 387, turun 18 poin dibanding tahun 2022. Sementara dalam matematika, skor turun 12 poin menjadi 405. Untuk ilmu pengetahuan alam, skor yang diperoleh mencapai 421, mendekati level terendah yang pernah dicapai. Rata-rata skor OECD untuk ketiga bidang tersebut masing-masing tercatat sebesar 461, 463, dan 482 poin.
Temuan tersebut juga mengungkapkan bahwa kinerja siswa Bulgaria makin menurun dalam satu dekade terakhir. Dibandingkan tahun 2015, proporsi siswa dengan nilai rendah meningkat 15 poin di matematika, 17 poin di membaca, dan 10 poin di sains. Persentase siswa yang mencapai tingkat pencapaian tertinggi masih berada di bawah rata-rata OECD. Demikian pula, jumlah siswa yang memenuhi tingkat kompetensi minimum di ketiga bidang juga tertinggal dari rata-rata internasional.
Kementerian Pendidikan Bulgaria dijadwalkan akan memberikan penjelasan lebih rinci terkait data hasil PISA ini sekaligus memaparkan langkah-langkah yang akan diambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.
