Laporan Konsolidasi Dua Tahunan Bank Sentral Eropa (ECB) mengungkapkan bahwa lima negara anggota Uni Eropa yang belum tergabung dalam kawasan euro menunjukkan kemajuan yang sangat terbatas dalam memenuhi syarat adopsi mata uang bersama tersebut. Negara-negara tersebut adalah Ceko, Hungaria, Polandia, Rumania, dan Swedia. Sejauh ini, kelima negara tersebut dinilai masih berada jauh dari kemungkinan bergabung dengan zona euro dalam waktu dekat.

Meski seluruh anggota Uni Eropa kecuali Denmark secara hukum diwajibkan mengadopsi mata uang euro, tidak ada sanksi yang dikenakan bagi negara yang belum memenuhi persyaratan. Laporan ECB juga menyebutkan bahwa kemajuan menuju pemenuhan kriteria konvergensi cenderung melambat bahkan hampir terhenti akibat berbagai guncangan eksternal yang melanda kawasan.

Situasi fiskal publik di sebagian besar negara juga memburuk dibandingkan laporan tahun 2024, dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) di beberapa negara naik secara signifikan. Sementara itu, pada awal tahun ini, Bulgaria telah resmi menjadi anggota baru kawasan euro.

Pemerintah baru Hungaria menjanjikan akan memenuhi kriteria Maastricht sebelum tahun 2030. Namun, dalam laporan ECB, Hungaria disebut sebagai salah satu dari lima kandidat yang paling tertinggal karena memiliki angka utang dan suku bunga tertinggi, serta defisit anggaran, inflasi, dan fluktuasi mata uang yang masih melebihi batas referensi.

ECB juga menekankan pentingnya pelaksanaan pembaruan undang-undang bank sentral, penguatan supremasi hukum, pemberantasan korupsi, serta memastikan lembaga-lembaga publik bebas dari intervensi politik agar negara-negara kandidat dapat memenuhi syarat keanggotaan zona euro.