Badan Meteorologi Jepang (JMA) untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan 'hari panas ekstrem' setelah suhu di sejumlah kota di wilayah tengah seperti Tajimi, Gujo, dan Toyoda mencapai 40 derajat Celsius. Peringatan tersebut, yang mulai diterapkan sejak April, bertujuan mengingatkan masyarakat akan bahaya suhu tinggi yang melampaui 40 derajat Celsius.
JMA menyatakan bahwa suhu tinggi diperkirakan akan terus melanda beberapa wilayah negara tersebut. Warga diimbau untuk mewaspadai dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat panas ekstrem.
Akibat gelombang panas ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di seluruh Jepang. Di kota Kuvana, Prefektur Mie, suhu tercatat mencapai 40,5 derajat Celsius, sementara di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, suhu mencapai 40,1 derajat Celsius. Sejumlah kota lain juga mencatat suhu di atas 39 derajat Celsius. Peringatan terkait risiko heatstroke pun telah dikeluarkan di 41 prefektur.
Data dari Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo mencatat sebanyak 287 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan panas. Pejabat setempat mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas luar ruang secara berkepanjangan dan memperbanyak konsumsi cairan. JMA memperkirakan panas ekstrem masih akan bertahan di Jepang dalam beberapa hari ke depan.
































Nog geen reacties.