Pusat Bantuan Sosial Publik (CPAS) di kota Berchem-Sainte-Agathe, Belgia, melaporkan terjadinya peningkatan signifikan dalam permintaan bantuan pangan setelah diterapkannya reformasi pengangguran. Berdasarkan data yang disampaikan oleh harian La DH, jumlah penerima paket makanan meningkat dari 520 orang pada Maret menjadi 625 orang pada Juli. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 20 persen dalam kurun waktu lima bulan.

Lonjakan permintaan ini bertepatan dengan periode mulai berkurangnya tunjangan pengangguran bagi sebagian warga yang telah lebih dari 20 tahun tidak bekerja, sebagai imbas reformasi yang berlaku sejak 1 Januari 2026. Ketua CPAS, Marc Hermans, mengungkapkan sekitar 100 orang tambahan mengajukan permintaan bantuan pangan pada awal 2026. Lembaga tersebut yang melayani sekitar 25 ribu penduduk di wilayah ini melakukan penyesuaian operasional agar layanan distribusi bantuan tetap berjalan lancar.

Meski permintaan meningkat, ketersediaan sumber daya dilaporkan semakin menipis. Menurut CPAS, anggaran bantuan pangan yang berasal dari program FEAD dan FSE+ Uni Eropa akan menurun dari 27 juta euro pada 2025 menjadi hanya 15 juta euro pada 2026. Penurunan ini menyebabkan jumlah makanan yang diterima dan didistribusikan di tingkat lokal turut berkurang. Tim CPAS kini harus bekerja lebih keras untuk memenuhi permohonan yang terus bertambah.