Kemajuan teknologi pembayaran nirsentuh kini semakin memudahkan masyarakat untuk berbelanja tanpa perlu menggunakan uang tunai. Para ahli mengingatkan, meskipun praktis, metode pembayaran digital semacam ini berpotensi menurunkan kesadaran pengguna terhadap pengeluaran dan bisa mengganggu disiplin pengelolaan anggaran pribadi.

Fasilitas pembayaran nirsentuh, menurut psikolog, cenderung mengurangi hambatan emosional saat berbelanja. Hal ini dapat menyulitkan konsumen dalam memantau pengeluaran harian mereka dan memicu peningkatan pembelian yang tidak direncanakan. Penggunaan kartu nirsentuh dan pembayaran melalui aplikasi ponsel yang semakin sering juga dinilai mendorong budaya konsumsi instan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kontrol keuangan, para pakar menyarankan agar konsumen menetapkan batas anggaran sebelum berbelanja. Selain itu, mencatat setiap pengeluaran dan melakukan analisis keuangan secara berkala dapat membantu individu terhindar dari risiko penggunaan pembayaran nirsentuh yang berlebihan.