Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan ancaman akan mengambil tindakan balasan terhadap negara-negara Eropa yang menahan kapal-kapal yang dituding digunakan Rusia untuk menghindari sanksi terkait perang di Ukraina. Putin menegaskan, jika langkah semacam itu benar-benar dilakukan, Moskow tidak akan tinggal diam dan akan merespons dengan tegas.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa otoritas Swedia dan Prancis telah menahan beberapa kapal yang diduga merupakan bagian dari 'armada bayangan' yang digunakan Rusia dalam upaya mengelabui sanksi Uni Eropa. Sanksi tersebut baru-baru ini diperketat oleh Uni Eropa pada akhir Juli lalu, yang memungkinkan hasil sitaan berupa minyak dan barang lain dari kapal tersebut dapat diperdagangkan oleh blok tersebut.
Putin mengecam upaya tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk 'perompakan' dan 'tindakan bandit'. Ia juga menegaskan bahwa respons Rusia akan dilakukan secara 'simetris' dan pada waktu serta tempat yang mereka anggap perlu.
Pernyataan ini disampaikan Putin di atas kapal penjelajah Varyag saat menghadiri latihan militer Angkatan Laut Rusia di dekat Pulau Sakhalin. Ketegangan di kawasan tersebut meningkat, terutama menjelang latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, sementara hubungan Moskow dengan Kiev dan Seoul juga memanas.
