Pernyataan Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, mengenai pemotongan anggaran negara menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat dan pengamat politik. De Wever mengumumkan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus siap menanggung beban atas kebijakan penghematan yang dinilainya penting untuk mengatasi masalah ekonomi nasional.
Namun, pernyataan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak yang menilai bahwa kebijakan pemerintah justru mendorong Belgia ke dalam kesulitan fiskal dan administratif. Ungkapan De Wever yang menyebut dirinya tidak bisa tidur memikirkan kondisi negara juga menjadi sorotan, karena dinilai hanya sebagai upaya menunjukkan empati namun pada kenyataannya beban penghematan tetap dialihkan kepada masyarakat.
Sebagian pihak menuding pemerintah menutupi kebijakan pembagian anggaran yang tidak adil dengan menyatakan bahwa masyarakat kerap menghindari pengorbanan. Selain itu, alasan perkembangan situasi di China, Amerika Serikat, dan Eropa serta persoalan pertahanan yang disampaikan pemerintah sebagai penyebab masalah ekonomi juga mendapat kecaman. Para pengkritik menilai, pemerintah sengaja menyoroti faktor eksternal untuk menutupi kesalahan politik dan fiskal di dalam negeri. Kebijakan penghematan yang dikemas sebagai reformasi disebut akan memperberat beban masyarakat berpenghasilan rendah dan para pekerja.
