Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun asal Inggris bernama Joshua Harris, yang mengalami autisme, bersama ayahnya Dan Harris, mengunjungi dua masjid di Brussel, Belgia, sebagai bagian dari kampanye melawan tindakan kebencian terhadap Muslim. Dalam kunjungan tersebut, Joshua membagikan kue kepada jamaah dan wisatawan di halaman Masjid Al Muslimin Molenbeek dan Masjid Hicret Federasi Islam Belgia.
Joshua tampak mengenakan pin bergambar bendera Turki di dadanya. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Ketua Masjid Hicret, Yakup Koca, serta jamaah lainnya. Melalui kegiatan membagikan kue yang dikemas dalam tas bertuliskan 'Cake Not Hate', Joshua dan ayahnya ingin menyampaikan pesan solidaritas dan melawan ujaran kebencian terhadap komunitas Muslim.
Kampanye yang dikenal sebagai 'Cake Not Hate' ini bermula pada Oktober 2025, setelah insiden penyerangan oleh kelompok sayap kanan di sebuah masjid di Peterborough, Inggris. Sejak saat itu, Joshua dan ayahnya gencar membagikan kue di masjid-masjid sebagai bentuk dukungan kepada Muslim. Meskipun sempat menerima berbagai ancaman, mereka memutuskan untuk memperluas kampanye ini ke lebih banyak masjid, tidak hanya di Inggris tetapi juga di negara-negara lain. Hingga saat ini, lebih dari seratus masjid di Inggris telah mereka kunjungi.
