AirAdvisor melakukan riset terhadap 23 maskapai penerbangan di Eropa dengan membandingkan nilai RASK, yaitu pendapatan per kilometer kursi yang tersedia. Penelitian ini tidak hanya memperhitungkan pendapatan dari penjualan tiket, tetapi juga dari bagasi, pilihan kursi, dan layanan tambahan lainnya.

RASK yang tinggi menunjukkan kemampuan maskapai untuk memperoleh pendapatan lebih besar dari kapasitas kursi yang tersedia pada setiap kilometer perjalanan. Menurut laporan Euronews, Widerøe yang berbasis di Norwegia menempati peringkat teratas dengan nilai RASK sebesar 0,32. Di bawahnya, British Airways mencatatkan nilai 0,0888 dan Air France berada di posisi ketiga dengan nilai 0,085.

Sementara itu, Turkish Airlines menempati posisi ke-15 dari total 23 maskapai yang diulas, dengan nilai RASK sebesar 0,0729. Maskapai asal Turki tersebut berada di bawah sejumlah maskapai lain seperti Aer Lingus, Brussels Airlines, Eurowings, SAS, Vueling, KLM, ITA Airways, dan SWISS.

Di sisi lain, maskapai berbiaya rendah seperti Wizz Air berada di posisi terakhir dengan RASK 0,0433, diikuti easyJet dengan 0,0521 dan Ryanair 0,0556. Maskapai lainnya seperti Iberia, TAP Portugal, Norwegian Air Shuttle, Transavia, dan Finnair masing-masing mencatat hasil antara 0,0708 hingga 0,0622.

Riset ini juga menunjukkan bahwa maskapai regional berskala kecil cenderung memperoleh nilai RASK yang lebih tinggi berkat kapasitas serta rute operasional yang terbatas.